Tips

Sabtu, 24 Desember 2011

Tips Negosiasi Gaji pada saat tes wawancara kerja


Tips Negosiasi Gaji pada Tes Wawancara Kerja

 

aturan umum menegosiasi gaji seperti gini: Jangan bicarakan gaji sampai kemudian Anda sudah mendapat kejelasan bahwa Anda-lah kandidat yg diharapkan (atau merupakan salah satu dari sedikit yg terpilih). Namun, memang sih aturan kayak gitu susah juga untuk dipatuhi. Upaya2 menghindar dari pertanyaan malah bisa-bisa berubah menjadi otot2an – yg tentu tidak Anda inginkan.

Idealnya memang, pembicaraan terkait gaji baru bisa dilakukan jika pelamar kerja sudah tahu betul dia mau ditempatkan di posisi mana, dan apa saja tanggungjawabnya. Tapi sialnya, tak jarang employer merasa perlu menghemat waktu mereka dg melakukan penyaringan sejak dini.

Anda tentunya menginginkan gaji yg lebih besar ketimbang yg sudah Anda terima sekarang, itu udah jelas. Untuk itu, ketika ditanya tentang riwayat gaji, sebaiknya Anda benar-benar sudah tahu berapakah yg sebetulnya Anda sudah dapatkan sekarang. Saya pertegas lagi: Pastikan Anda tahu berapa banyak sih sebenarnya benefit yg Anda peroleh. Beneran, banyak orang yg ndak tau lho. Meskipun semua orang bisa nyebutkan dia dapat berapa per bulannya, tapi banyak yg lupa memperhitungkan penghasilan tahunan, termasuk juga kompensasi non-gaji seperti tunjangan kesehatan, bonus, bagi hasil, dana pensiun, training pengembangan diri, dan yg lainnya. Padahal hal2 seperti itu aja sudah bisa nambah sampe 25 persen atau lebih dari gaji pokok Anda.
Pertanyaan terkait gaji ini memang terkesan seperti sebuah perangkap. Anda tentu ndak berharap permintaan gaji Anda dianggap terlalu tinggi atau terlalu rendah. Klo terlalu tinggi, kredibilitas Anda bisa rusak, kerja keras Anda sampai dg wawancara bisa dimentahkan. Sementara klo terlalu rendah, bukan cuma maksud untuk tingkatkan standar hidup terbatalkan, itu malah bisa jadi cerminan kurangnya rasa percaya diri, rendahnya self esteem dan ketidakmampuan untuk menilai harga kompetensi diri.
Nah, lantas gimana? Seperti yg saya sampaikan di awal, jangan berikan jawaban gamblang di awal. Anda harus membuat pelamar kerja melihat dulu performa Anda melalui tes wawancara, sehingga dia bisa melihat kelayakan “harga” Anda. Tujuannya adalah agar Anda bisa mengambil waktu sebanyak mungkin untuk membuat kesan sebaik yg Anda bisa berikan sebelum pembicaraan tentang gaji dimulai. Ini ndak ada beda dg salesperson yg sedang berusaha menjual produknya. Harga baru biasanya akan disebut ketika seluruh fitur dan benefit dari produk telah tuntas dibicarakan. Membicarakan harga sebelum fitur dan benefit diungkap bukanlah cara menjual yg bagus. Sama, itu juga bukan cara menegosiasi gaji yg bagus. Anda harus presentasikan dulu keahlian dan wawasan Anda, serta bagaimana Anda bisa menguntungkan perusahaan sebelum bicarakan tentang gaji.
Setahu saya ndak ada kok kasus di mana pelamar kerja ditolak gara2 dia belum menyebutkan dg jelas berapa gaji yg dia minta di surat lamaran. Yg biasanya ada tu kasus pelamar ditolak gara2 sejak awal dia udah nyebutin permintaan gaji yg ndak cocok buat pemberi kerja.
Meskipun begitu, memang bisa jadi Anda akan menemui skenario ndak ideal. Ini adl kondisi di mana Anda sudah ditanya berapa gaji yg diminta sejak awal interview, sebelum Anda sempat meyakinkan pewawancara bhw Anda lah kandidat terbaik, atau sebelum Anda punya gambaran terkait tanggung jawab yg akan diemban di posisi yg Anda incar.
Nah, dalam skenario situasi semacam ini, hal terbaik yg bisa Anda lakukan adl memberikan respon pengalih pembicaraan untuk mengulur waktu. Mengapa? Sekali lagi, supaya Anda bisa mencari info terkait posisi yg Anda incar, dan supaya Anda miliki lebih banyak waktu utk menjual terlebih dahulu pengalaman dan kapabilitas Anda.
Pertanyaan: Berapa gaji yg Anda harapkan untuk posisi ini?
“Mohon maaf, Pak. Karena saya masih belum ada gambaran yg jelas terkait bagaimana posisi ini, maka sebenarnya cukup susah bagi saya untuk menyebutkan angka. Saya berharap Bapak berkenan untuk terlebih dahulu memberi saya gambaran dari posisi ini, dan juga rentang gaji yg sudah ditetapkan di
perusahaan. Berdasarkan pengalaman saya, nama jabatan yg sama atau identik di perusahaan satu dan yg lain sebenarnya tidaklah benar2 mengartikan kesamaan. Sehingga untuk bisa menyebut angka, saya rasa saya perlu tahu terlebih dahulu bagaimana deskripsi tanggung jawab & pekerjaan dari posisi ini.”
Nah, jika Anda sudah sampaikan yg di atas tapi si pewawancara teruus aja ngejar, dan lalu memaksa Anda utk menyebut angka, padahal Anda belum sempat menjual kompetensi diri Anda. Yaa…[sigh]… sudah lah, sebut aja angka berapa gitu (do your research, please). Ini supaya si pewancara ndak malah menganggap Anda ini merepotkan dan kurang komunikatif.
“Dengan lingkup tanggung jawab yg hendak saya emban, saya pikir saya layak untuk dihargai dengan standar gaji tertinggi yg masih bisa diterima oleh sebagian besar perusahaan, yakni dalam kisaran ___ hingga ___ juta rupiah.”
Pertanyaan: Berapa gaji Anda sekarang? Bagaimana riwayat gaji Anda?
“Saya bisa pahami bila Bapak ingin tahu tentang informasi tsb, dan tentu saja, saya amat tidak keberatan untuk menyampaikannya. Namun rasanya akan lebih nyaman bagi saya bila Bapak berkenan untuk memberi saya kesempatan utk terlebih dahulu menjelaskan bagaimana tanggungjawab dari posisi saya sekarang, dan setelah itu menanyakan kpd Bapak terkait bagaimana bentuk tanggungjawab dari posisi yg saya tuju di sini. Hal ini saya pikir bisa membantu untuk melihat apakah kedua posisi tersebut benar2 bisa dibandingkan dari segi salary dan benefit.”
Nah, lantas jika Anda merasa bener2 ndak bisa mengelak dari penyebutan angka? Silahkan ke halaman dua

Tips Sukses Kuliah


Kali ini saya pingin berbagi tips2 sukses kuliah versi orang males.. hehe...Kalo dalam pandanganku nih…yg dinamakan orang sukses kuliah itu harus memenuhi beberapa syarat kayak gini :
1. Lulus tepat waktu (maksimal 4,5 tahun)
2. Dapet Predikat cumlaude or minimal IPK nya diatas 3 lah ,
3. Langsung dapat kerjaan (ga pake nganggur) setelah lulus ,
4. ga kuper alias banyak temennya ,
5. dikenal baik di lingkungannya ,
6. komunikatif and kreatif.
7.Dapet beasiswa prestasi,
Sebetulnya tujuan kita belajar ato kuliah itu kan biar ilmu kita bermanfaat buat orang lain..lha klo pinter tapi ga punya temen??, ga kenal tetangga??? dan ga bisa berbuat sesuatu sekecil apapun buat lingkungan sekitarnya apa gunanya kita harus kuliah sampe sarjana segala?
Kadang kala orang berfikir bahwa parameter orang itu dikatakan sukses adalah orang yang KAYA, punya mobil banyak,, kerja di perusahaan elit dan terkenal. Kalo cuman pingin jadi kaya ga kuliah pun kalo cerdas,kreatif and inovatif pasti juga bisa,liat aja tuh almarhum bill gate (yang punya microsoft). Seorang bill Gate tuh ga lulus kuliah lho…tapi jadi orang paling kaya di dunia.
so..buat kamu2 yang masih ada di semester awal kuliah, harus punya persepsi yang benar dulu nih mengenai tujuan kita kuliah. Klo dalam persepsi ku, kuliah itu punya 3 tujuan penting, yaitu meng-upgrade ilmu sesuai dengan bidang keahlian kita (menuntut ilmu wajib lho), meng-create pola pikir dan menciptakan semacam social responsibility. Ketika seseorang itu punya ilmu, cerdas (pola pikirnya terasah) dan dekat dengan lingkungannya (mempunyai social responsibility) insya allah yg namanya pekerjaan itu mudah didapatkan. Bahkan sebelum dia mencari sudah dicari ^_^ so sweet kan?
Buat mewujudkan itu, aku punya beberapa tips yang semoga bermanfaat :
  1. Niat dulu *niatin kuliah tuh mo ngapain? Yg jelas bukan buat maen2 doang kan?
  2. Perhatikan baik2 apa yang diajarkan dosen *ini kuncinya menurutku, g harus punya catatan deh..asal dengerin bener apa yg disampekan dosen, 70 % nya dah terserap kok di otak..yg di catat poin2 pentingnya aj
  3. menjadikan Belajar sebagai hal yang menyenangkan *jangan menganggap belajar itu adalah beban..enjoy aj lagi…
  4. Mencari teman yang baik plus pintar *Penting and wajib bgt deh..klo sampe salah piilih temen bisa berabe lho!!! temen yang baek adalah teman yang tulus and biasanya temen yang kayak gini yang bakal bikin kita jadi selalu termotivasi
  5. Aktif berorganisasi (intra kampus maupun ekstra kampus) *bisa belajar b’sosialisasi dgn orla, blajar memahami orla, bljar menghadapi perbedaan , mbtuk pola pikir,etc –> PENTING bgt!!
  6. aktif dalam kegiatan social kemasyarakatan *jangan jadi katak dalam tempurung,lihatlah dunia di sekitarmu dan lakukan sesuatu :)
  7. Managemen waktu yang baik *kUnci dri semuanya nih
  8. Imbangi dengan penguatan ruhiyah (dengan sering ikutin kajian or pengajian or baca2 buku agama) dan jangan lupa always berdoa kekuatan utama nih
itu aja kok..gampang kan? Oia satu hal yang harus diingat, yang namanya belajar tuh ga melulu harus SERIUS bgt dengan srtumpuk buku tebal lho…klo kita jeli, kita sbnrnya bisa belajar kapanpun and dimanapun …klo males belajar, ikutan aj kelompok belajar or kelompok study. Mencari temen yg baik bukan berarti pilih2 or gmna gtu…bertemanlah dengan siapa saja..but untuk ‘temen deket’ or ‘sahabat’ wajib BAIK (biasanya orang baik itu juga pintar). Knapa? Karena sahabat adalah orang yg bakal paling mempengaruhi kepribadian kita after keluarga. Yakin deh… klo sampe kmu salah pilih teman bakal bahaya bgt buat masa depan kmu sendiri..so wajib bgt bersahabat dengan Orang yg baek and berusahalah juga untuk jadi orang yang baek :)

tips sukses Wawancara Kerja


Pertanyaan Pembuka Interview: Ceritakan ttg Diri Anda

“Silahkan ceritakan tentang diri Anda”
Ini adalah pertanyaan pembuka yg paling sering diajukan oleh si pewawancara. Bagi yg belum pernah ikut wawancara dan tau tentangnya, pertanyaan ini cukup membuat bungkam. Kadang memang tak punya jawaban, kadang karena kebingungan; “Bagian mana dari diri saya yg mau diceritakan, kan
banyak”. Sementara bagi yg sudah familiar dg pertanyaan ini, godaannya adl untuk tidak memperturutkan narsis dg menceritakan banyak hal yg dia anggap menarik, tapi sebenarnya tak relevan dg maksud wawancara kerja.
“Terima kasih atas pertanyaannya, Pak. Saya Makmun, asal dari Probolinggo. Spt yg mkn Bapak tahu, Probolinggo adl kota yg terkenal dg buah Mangganya. Sementara nama saya sendiri adl warisan dari kakek saya. Asli saya sebenarnya bukan dari Probolinggo, Pak. Namun berpindah2 dari satu kota ke kota lainnya krn mengikuti dinas Bapak. Hobi saya memancing, membaca dan mendengarkan musik. Bintang saya Scorpio dan shio saya Landak. Saya penggemar berat kucing dan saat ini masih memelihara 4 ekor di …bla bla bla … bla bla bla …”
Bukan hanya isinya tak berguna utk menambah poin wawancara kerja Anda, tapi si pewawancara juga tak punya banyak waktu utk mendengarkan biografi kehidupan Anda.
Atas pertanyaan “Silahkan ceritakan ttg diri Anda” maka sebaiknya kita anggap sbg “Harap ceritakan dg singkat tentang pengalaman profesional dan juga pengalaman apapun yg relevan utk disampaikan yg membuat Anda terbilang pantas untuk pekerjaan ini.”
Jangan lakukan kesalahan klasik dg membagi terlalu banyak informasi pribadi yg tak penting.
“Saya sukanya makan rawon pedas karena rasanya menantang dan saya suka musik dangdut krn saya adl anak bangsa yg setia pada budaya bangsa.”
Jangan. Jangan njawab seperti itu.
“Saya dulu sekolah di SDN Sudirman VIII Cimahi, lalu pindah ke SDN Wiroborang Probolinggo, setelah itu SMPN 1 Probolinggo, SMUN 1 Probolinggo dan lalu kuliah di jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya selama empat tahun. Di sana saya belajar banyak ttg teknologi Robotic dan kecerdasan buatan.”
Tak perlu juga habiskan waktu wawancara Anda untuk sampaikan apa2 yg si pewawancara mustinya sudah baca di CV Anda. Bahkan ketika diminta bercerita, itu adalah waktu yg harus digunakan untuk menjual pengalaman dan kompetensi relevan.
Yg si pewawancara butuhkan adalah snapshot – sebuah rangkuman tak lebih dari satu atau dua menit – dari pengalaman dan latar belakang Anda. Bacalah iklan kerjanya baik-baik dan ambillah kata-kata kunci dari kualifikasi yg dibutuhkan oleh si pewawancara. Bisa jadi tentang keahlian, pengalaman atau mentalitas tertentu. Bicara ttg kucing piaraan boleh, asal itu relevan dg kualifikasi yg dibutuhkan.
“Saya memelihara 12 kucing di rumah. Semuanya sehat, indah dan terawat. Dari mereka saya jadi banyak belajar ttg manajerial, kesabaran, ketelatenan dan juga mentalitas higienis.”
OK, if you say so. Klo menurut Anda nyambung ya ga papa.
Yg penting, sebaiknya mencakup pointer berikut:
  • Peran yg pernah Anda jalani. “Saya adalah seorang konsultan SDM”
  • Berapa lama Anda menjalaninya dan di mana saja. “12 tahun pengalaman dg pelanggan berbagai perusahaan jasa dan media di Jawa Timur, Bali dan Kalimantan. Semua itu membuat wawasan saya tentang proses bisnis jadi semakin dalam, dan kemampuan kreatif saya pun juga bertambah”
  • Kompetensi dan pencapaian. “Saya bertanggung jawab pada aktivitas pengembangan SDM dan telah berhasil membuat performa karyawan pelanggan saya naik hingga minimal 210 %. Sehari-harinya, saya memimpin tidak kurang dari 12 orang konsultan senior dan yunior.”
  • Ciri khusus yg jadi kelebihan. “Teman dan relasi saya menilai saya sbg pribadi yg pandai mendengarkan, penuh empati dan pandai memecahkan masalah”
  • Bahasa Tubuh Saat Wawancara Kerja
  • Jabatan tangan memberi kesan pertama siapa diri Anda.
  • Selasa, 10/3/2009 | 15:00 WIB
·         Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara.

1. Jabat Tangan
Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan. Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus. Dead fish adalah tipe jabat tangan yang "malas", yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati. Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif. Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

Tiga langkah jabat tangan yang baik:
* Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.
* Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.
* Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.

2. Tatapan
Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain. 
·         Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.

3. Postur Tubuh
Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.

4. Posisi Kepala
Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.

5. Tangan dan Lengan
Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa "menerimanya" kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.
·         Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

Dua arti gerakan tangan:
* Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.
* Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

6. Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stres, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.